Minggu, 27 September 2015

Tugas Pengantar Bisnis

PROPOSAL BISNIS PLAN
CATERING
KELOMPOK 8
NAMA KELOMPOK:
1.    BAI UDIN
2.    SITI NURAWALIAH
3.    SITI NURJANTI
4.    SUCI NITHY SWARI
5.    UMI KHADZIKOH


STIE INSAN PEMBANGUNAN
JL.RAYA SERANG KM.10 BITUNG-TANGERANG
PROVINSI BANTEN
TLP.(O21)59492836
FAX.(021)59492837
HOME PAG : http : //www.insan pembangunan.ac.id
EMAIL : info@ insanpembangunan.ac.id


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan karunia-Nyalah kami diberi kesehatan dan kesempatan dalam menyelesaikan proposal pengantar bisnis yang berjudul “CATERING” yang berada di daerah Tangerang.
Proposal  ini sangat penting karena dapat menambah pengetahuan dan wawasan penulis dalam bidang usaha ekonomi dan dapat menambah pengalaman cara mengelola  suatu usaha seperti bidang usaha Martabak Manis yang berada di Tangerang.  Oleh karena itu di harapkan agar orang yang membacanya dapat memahami dan menjadi bahan acuan bila akan memulai suatu usaha.
Kemudian tak lupa pula kami ucapkan banyak terima kasih kepada Dosen Pembimbing mata kuliah Pengantar Bisnis karena bimbingan dan petunjuk beliaulah kami dapat menyelesaikan proposal  ini dengan perbaikan yang sedemikian.
Di dalam penyelesaian proposal  ini, penulis mengharapkan kritik maupun saran yang membangun dari pembaca sehingga proposal  ini dapat lebih disempurnakan lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya. Amin

                                                                                                            Tangerang, 20 Oktober 2014

                                                                                                                        penyusun



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI


BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
1.2   Visi
1.3  Misi


BAB II LANDASAN TEORI
       2.1 Aspek Manajemen
       2.2 Aspek Pemasaran
       2.3 Aspek Operasional
       2.4 kiat-kiat pengelolaan


BAB III PEMBAHASAN
       3.1 Perhitungan Modal
       3.2 Perhitungan Rugi
       3.3 Analisis Keuangan
      


BAB IV PENUTUP
1.1     Kesimpulan dan Saran


BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang

Pada saat ini banyak orang yang ingin membuat acara atau kegiatan secara simpel dan efisien. Contohnya dalam hal penyiapan makanan dan hidangan. Biasanya mereka lebih memilih untuk memesan makanan daripada membuatnya sendiri dengan alasan pertimbangan waktu dan tenaga walaupun memang sedikit mahal. Dari pemikiran inilah kami mempunyai ide untuk membuat bisnis katering makanan.

1.2  Visi
      Menjadikan catering sebagai makanan yang cepat dan mudah di sajikan.

1.3  Misi
·         Berorientasi kepada kepuasan konsumen
·         Membuat catering yang menjadi terkenal
·         Mempromosikan catering di semua kalangan



BAB II
LANDASAN TEORI

2.1  Aspek Manajemen

·         Bisnis ini dimiliki bersama dengan sistem bagi modal
·         Bisnis ini dikelola secara bersama-sama dan tiap orang mempunyai tugas masing-masing, misalkan dari 5 orang
·         3 orang bertugas membuat masakan dan penyajiannya
·         2 orang bertugas mencari bahan masakan, mengantar pesanan dan melakukan perekrutan tenaga kerja apabila membutuhkan.


a) Target Pasar
Yang merupakan kunci penting untuk diperhatikan. Sudah menjadi kelaziman bahwa usaha katering bekerja berdasarkan pesanan. Kegiatan produksi dimulai apabila telah pesanan telah diterima. Maka, tanpa pesanan, kegiatan produksi perusahaan katering tidak bekerja. Yang bekerja sepanjang tahun atau selama bisnis itu hidup adalah pemasaran, keuangan dan administrasi.Target pasar adalah seluruh kalangan masyarakat yang ingin berefisien waktu dan tenaga.

b) Konsep Pemasaran
Terdiri dari 3 elemen (Price+Place+Promotion). Untuk produk, anda mesti mensurvai para pesaing-pesaing anda. Misalnya saja, menentukan apa, 10 menu terpopuler untuk katering di tempat anda. Nah, khusus, ke 10 menu itu, Anda mutlak menguasainya. Langkah berikutnya, bertanya kepada diri kita sendiri untuk maju selangkah lebih maju. Misalnya, dengan melakukan inovasi. Mampukah kita menciptakan hal-hal yang baru dengan 10 menu populer itu. Contoh, bagaimana caranya membuat nasi goreng kita beda dan terlihat lebih unik serta kalau bisa catering murah

c) Produk dan Penetapan Harga
Untuk menetapkan harga kita perlu melakukan riset dan membandingkannya dengan strategi harga Anda. Tidak jarang harga kita terlalu mahal karena sistem produksi yang salah dan tidak efektif. Anda perlu misalnya mencari suplier yang mampu mensuplai bahan baku dengan harga yang benar-benar murah, sehingga bisa menghasilkan katering murah. Atau Anda menggunakan kompor yang boros. Bahkan bisa saja komponenen menu Anda yang salah. Di sini Anda perlu melakukan percobaan berkali-kali sampai menemukan formula yang pas dan bisa bersaing dengan catering murah lainnya.

C0NTOH DAFTAR MENU NASI KOTAK
NASI KUNING
1.      Nasi kuning
2.      Mie
3.      Kering tempe
4.      Ayam goreng
5.      Krupuk udang
Harga = Rp. 14.000,-

NASI PUTIH/URAP
1.      Nasi Putih
2.      Urap – urap
3.      Ayam bumbu
4.      Krupuk udang
Harga = Rp. 14.000,-
Dan lain-lain tergantung makanan yang dipesan
Berbagai masakan yang disesuaikan dengan pesanan

d) Distribusi dan Promosi
Bisnis katering adalah bisnis kepercayaan dan “rasa”. Untuk membuka pasar kita bisa memulai dari acara-acara hajatan keluarga sendiri yang kita kelola sendiri kateringnya dan di setiap meja penyajian kita tempelkan nama katering kita sebagai tanda pengenal dan promosi. Akan lebih baik jika kita sudah menyediakan brosur dan kartu nama. Jika kita bisa mengelola pelayanan katering di hajatan keluarga dengan baik maka semua kenalan dan relasi akan mengetahui kemampuan kita. Untuk mengetahui kualitas dan nikmatnya masakan kita bisa memulai dengan memasak dan menyajikan berbagai menu dalam setiap acara arisan keluarga, RT atau perkumpulan yang kita ikuti,  dengarkan dan minta komentar tamu kita.

Masalah-masalah teknis yang menyangkut seluk beluk pekerjaan perlu dipersiapkan rapi. Mulai menghitung kemampuan diri, keterampilan yang dimiliki yang menyangkut bidang pekerjaan itu. Misalnya untuk usaha katering, paling tidak yang dibutuhkan adalah mengerti tentang masakan--syukur-syukur bila Anda pandai memasak, dan lebih baik lagi bila Anda adalah seorang ahli memasak. Untuk menjadi pengusaha katering tidak harus menjadi ahli masak dulu, tapi yang terpenting adalah mampu mengelola usaha itu, sementara untuk tenaga ahli yang bisa memasak, Anda bisa melakukan prekrutan. Telah di jabarkan di atas bahwa katering ini dikelola bersama-sama dan tiap orang punya tugas masing-masing.


BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Perhitungan Modal
Pada aspek keuangan ini, bisnis kami mendapat modal dari bagi modal yang terdiri dari 5 orang, per orangnya mengeluarkan modal Rp 1.000.000,00. Jadi Modal awal kita sebesar Rp 5.000.000,00. Berikut ini kita tampilkan proyeksi keuangan kita dalam 1 bulan.
Proyeksi Keuangan 1 bulan
1.      Kas                                          Rp5.000.000,00
Modal                                      Rp5.000.000,00
(Setoran untuk modal awal)
2.      Perlengkapan                           Rp 1.000.000,00
Kas                                          Rp 1.000.000,00
(Pembelian Perlengkapan)
3.      Peralatan                                 Rp 500.000,00
Kas                                          Rp 500.000,00
(Pembelian Peralatan)
Proyeksi Penjualan dalam 1 bulan

3.2    Perhitungan Laba/Rugi
Minimal mendapat 4 kali pesanan
2x Partai Kecil (Minimal 200 Porsi @ Rp 14.000,00)
2 x (200 Porsi x Rp
14.000,00) = Rp 5.600.000,00
2 x Partai
Besar (Minimal 50 Porsi @ Rp 15.000,00)
2 x (50 Porsi x Rp
15.000,00) = Rp 1.500.000,00
Perkiraan Pendapatan minimal 1 bulan Rp
7.100.000,00
Jurnal Transaksi dalam 1 bulan
1.      Biaya Angkut (4 @ Rp 50.000,00)     Rp 200.000,00
Kas                                                      Rp 200.000,00
2.      Biaya Tenaga Kerja (5 orang @ Rp 50.000,00 x 4 Pesanan)
Biaya Tenaga Kerja                             Rp 1.000.000,00
Kas                                                      Rp 1.000.000 ,00
3.      Biaya Bahan Baku(@ Rp 4.000,00)Rp 4.000,00 x 500 Porsi = Rp 2.000.000,00
Biaya Bahan Baku
                             Rp 2.000.000,00
Kas
                                                     Rp 2.000.000,00

3.3    Analisis Keuanan
Laporan Laba /Rugi dalam 1 Bulan
·         Pendapatan
Porsi Kecil 2 x(200 Porsi x Rp 14.000,00) =Rp 5.600.000,00
Porsi
Besar 2 x (50 Porsi x Rp 15.000,00) =Rp 1.500.000,00 +
Rp 7.100.000,00
·         Biaya-biaya
Biaya Angkut Rp 200.000,00
Biaya Tenaga Kerja Rp 1.000.000,00
Biaya Bahan Baku Rp 2.000.000,00
+                                              
Rp 3.200.000,00 -
Laba
    Rp 3.900.000,0


BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan bahwa agar catering yang kita pasarkan dapat diterima oleh semua kalangan, baik sekolahan maupun kantor maka kita harus :
-    Membuat catering yang enak, berkualitas dan laku dijual dengan harga bersaing;
-    Membuat harga terjangkau;
-    Membuat makanan lebih cepat dan lebih murah.


Dengan melihat dari segi sumber daya kewirausahaan, produksi, minat pasar dan keuangan, apabila catering ini mampu mempertahankan cita rasa dan meningkakan kualitas makanan dan pelayanan kepada pelanggan maka peluang untuk terus mengembangkan usaha  semakin terbuka lebar.


...................................................................................
...................................................................................


...................................................................................
...................................................................................
...................................................................................


..................................................................................
...........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................


............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................




...................................................................................
i
ii


   1
1
1


2
   2
2
4
5


6
6
6
7




8



Tidak ada komentar:

Posting Komentar