PROPOSAL BISNIS PLAN
CATERING
KELOMPOK
8
NAMA
KELOMPOK:
1. BAI
UDIN
2. SITI
NURAWALIAH
3. SITI
NURJANTI
4. SUCI
NITHY SWARI
5. UMI
KHADZIKOH
STIE
INSAN PEMBANGUNAN
JL.RAYA SERANG KM.10
BITUNG-TANGERANG
PROVINSI BANTEN
TLP.(O21)59492836
FAX.(021)59492837
HOME PAG : http
: //www.insan pembangunan.ac.id
EMAIL : info@
insanpembangunan.ac.id
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan
karunia-Nyalah kami diberi kesehatan dan kesempatan dalam menyelesaikan
proposal pengantar bisnis yang berjudul “CATERING” yang berada di daerah
Tangerang.
Proposal ini sangat penting karena dapat menambah
pengetahuan dan wawasan penulis dalam bidang usaha ekonomi dan dapat menambah
pengalaman cara mengelola suatu usaha
seperti bidang usaha Martabak Manis yang berada di Tangerang. Oleh karena itu di harapkan agar orang yang
membacanya dapat memahami dan menjadi bahan acuan bila akan memulai suatu
usaha.
Kemudian
tak lupa pula kami ucapkan banyak terima kasih kepada Dosen Pembimbing mata
kuliah Pengantar Bisnis karena bimbingan dan petunjuk beliaulah kami dapat
menyelesaikan proposal ini dengan
perbaikan yang sedemikian.
Di
dalam penyelesaian proposal ini, penulis
mengharapkan kritik maupun saran yang membangun dari pembaca sehingga
proposal ini dapat lebih disempurnakan
lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi yang
membacanya. Amin
Tangerang,
20
Oktober 2014
penyusun
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB
I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
1.2 Visi
1.3 Misi
BAB
II LANDASAN TEORI
2.1 Aspek Manajemen
2.2 Aspek Pemasaran
2.3 Aspek Operasional
2.4
kiat-kiat pengelolaan
BAB
III PEMBAHASAN
3.1 Perhitungan Modal
3.2 Perhitungan Rugi
3.3 Analisis Keuangan
BAB
IV PENUTUP
1.1
Kesimpulan dan Saran
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Pada saat ini
banyak orang yang ingin membuat acara atau kegiatan
secara simpel dan efisien. Contohnya dalam hal penyiapan makanan dan hidangan.
Biasanya mereka lebih memilih untuk memesan makanan daripada membuatnya sendiri
dengan alasan pertimbangan waktu dan tenaga walaupun
memang sedikit mahal. Dari pemikiran inilah kami mempunyai ide untuk membuat
bisnis katering makanan.
1.2
Visi
• Menjadikan
catering sebagai makanan yang cepat dan mudah di sajikan.
1.3
Misi
·
Berorientasi kepada
kepuasan konsumen
·
Membuat catering yang
menjadi terkenal
·
Mempromosikan catering
di semua kalangan
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Aspek
Manajemen
·
Bisnis ini dimiliki bersama
dengan sistem bagi modal
·
Bisnis ini dikelola
secara bersama-sama dan tiap orang mempunyai tugas masing-masing, misalkan dari
5 orang
·
3 orang bertugas membuat
masakan dan penyajiannya
·
2 orang bertugas
mencari bahan masakan, mengantar pesanan dan melakukan perekrutan tenaga kerja
apabila membutuhkan.
a) Target Pasar
Yang
merupakan kunci penting untuk diperhatikan. Sudah menjadi kelaziman bahwa usaha
katering bekerja berdasarkan pesanan. Kegiatan produksi dimulai apabila telah
pesanan telah diterima. Maka, tanpa pesanan, kegiatan produksi perusahaan
katering tidak bekerja. Yang bekerja sepanjang tahun atau selama bisnis itu
hidup adalah pemasaran, keuangan dan administrasi.Target pasar adalah seluruh kalangan masyarakat yang ingin berefisien waktu dan
tenaga.
b)
Konsep Pemasaran
Terdiri
dari 3 elemen (Price+Place+Promotion). Untuk produk, anda mesti mensurvai para
pesaing-pesaing anda. Misalnya saja, menentukan apa, 10 menu terpopuler untuk
katering di tempat anda. Nah, khusus, ke 10 menu itu, Anda mutlak menguasainya.
Langkah berikutnya, bertanya kepada diri kita sendiri untuk maju selangkah
lebih maju. Misalnya, dengan melakukan inovasi. Mampukah kita menciptakan
hal-hal yang baru dengan 10 menu populer itu. Contoh, bagaimana caranya membuat
nasi goreng kita beda dan terlihat lebih unik serta kalau bisa catering murah
c)
Produk dan Penetapan Harga
Untuk
menetapkan harga kita perlu melakukan riset dan membandingkannya dengan
strategi harga Anda. Tidak jarang harga kita terlalu mahal karena sistem
produksi yang salah dan tidak efektif. Anda perlu misalnya mencari suplier yang
mampu mensuplai bahan baku dengan harga yang benar-benar murah, sehingga bisa
menghasilkan katering murah. Atau Anda menggunakan kompor yang boros. Bahkan
bisa saja komponenen menu Anda yang salah. Di sini Anda perlu melakukan
percobaan berkali-kali sampai menemukan formula yang pas
dan bisa bersaing dengan catering murah lainnya.
C0NTOH DAFTAR MENU NASI KOTAK
NASI KUNING
1.
Nasi kuning
2.
Mie
3.
Kering tempe
4.
Ayam goreng
5.
Krupuk udang
Harga
= Rp. 14.000,-
NASI PUTIH/URAP
1.
Nasi Putih
2.
Urap – urap
3.
Ayam bumbu
4.
Krupuk udang
Harga
= Rp. 14.000,-
Dan lain-lain tergantung makanan yang
dipesan
Berbagai masakan yang disesuaikan dengan pesanan
d) Distribusi dan Promosi
Bisnis katering adalah bisnis kepercayaan dan “rasa”.
Untuk membuka pasar kita bisa memulai dari acara-acara hajatan keluarga sendiri
yang kita kelola sendiri kateringnya dan di setiap meja penyajian kita
tempelkan nama katering kita sebagai tanda pengenal dan promosi. Akan lebih
baik jika kita sudah menyediakan brosur dan kartu nama. Jika kita bisa
mengelola pelayanan katering di hajatan keluarga dengan baik maka semua kenalan
dan relasi akan mengetahui kemampuan kita. Untuk mengetahui kualitas dan
nikmatnya masakan kita bisa memulai dengan memasak dan menyajikan berbagai menu
dalam setiap acara arisan keluarga, RT atau perkumpulan yang kita ikuti, dengarkan dan
minta komentar tamu kita.
Masalah-masalah teknis yang menyangkut seluk beluk
pekerjaan perlu dipersiapkan rapi. Mulai menghitung kemampuan diri,
keterampilan yang dimiliki yang menyangkut bidang pekerjaan itu. Misalnya untuk
usaha katering, paling tidak yang dibutuhkan adalah mengerti tentang
masakan--syukur-syukur bila Anda pandai memasak, dan lebih baik lagi bila Anda
adalah seorang ahli memasak. Untuk menjadi pengusaha katering tidak harus
menjadi ahli masak dulu, tapi yang terpenting adalah mampu mengelola usaha itu,
sementara untuk tenaga ahli yang bisa memasak, Anda bisa melakukan prekrutan. Telah
di jabarkan di atas bahwa katering ini dikelola bersama-sama dan tiap orang
punya tugas masing-masing.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1
Perhitungan
Modal
Pada aspek keuangan ini, bisnis kami mendapat modal
dari bagi modal yang terdiri dari 5 orang, per orangnya mengeluarkan modal Rp 1.000.000,00.
Jadi Modal awal kita sebesar Rp 5.000.000,00. Berikut ini kita tampilkan
proyeksi keuangan kita dalam 1 bulan.
Proyeksi Keuangan 1
bulan
1. Kas
Rp5.000.000,00
Modal Rp5.000.000,00 (Setoran untuk modal awal)
2. Perlengkapan
Rp 1.000.000,00
Kas Rp 1.000.000,00 (Pembelian Perlengkapan)
3. Peralatan
Rp
500.000,00
Kas Rp 500.000,00 (Pembelian Peralatan) Proyeksi Penjualan dalam 1 bulan
3.2
Perhitungan Laba/Rugi
Minimal mendapat
4 kali pesanan
2x
Partai Kecil (Minimal 200 Porsi @
Rp 14.000,00)
2 x (200 Porsi x Rp 14.000,00) = Rp 5.600.000,00 2 x Partai Besar (Minimal 50 Porsi @ Rp 15.000,00) 2 x (50 Porsi x Rp 15.000,00) = Rp 1.500.000,00 Perkiraan Pendapatan minimal 1 bulan Rp 7.100.000,00
Jurnal Transaksi dalam 1 bulan
1. Biaya
Angkut (4 @ Rp 50.000,00) Rp 200.000,00
Kas Rp 200.000,00
2. Biaya
Tenaga Kerja (5 orang @ Rp 50.000,00 x 4 Pesanan)
Biaya Tenaga Kerja Rp 1.000.000,00 Kas Rp 1.000.000 ,00
3. Biaya
Bahan Baku(@ Rp 4.000,00)Rp 4.000,00 x 500 Porsi = Rp 2.000.000,00
Biaya Bahan Baku Rp 2.000.000,00 Kas Rp 2.000.000,00
3.3
Analisis Keuanan
Laporan Laba
/Rugi dalam 1 Bulan
·
Pendapatan
Porsi Besar 2 x (50 Porsi x Rp 15.000,00) =Rp 1.500.000,00 +
Rp
7.100.000,00
·
Biaya Angkut Rp 200.000,00 Biaya Tenaga Kerja Rp 1.000.000,00 Biaya Bahan Baku Rp 2.000.000,00 + Laba Rp 3.900.000,0
BAB IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan bahwa
agar catering yang kita pasarkan dapat diterima oleh semua kalangan, baik
sekolahan maupun kantor maka kita harus :
- Membuat catering
yang enak, berkualitas dan laku dijual dengan harga bersaing;
- Membuat harga terjangkau; - Membuat makanan lebih cepat dan lebih murah.
Dengan melihat dari segi sumber daya kewirausahaan, produksi, minat pasar dan
keuangan, apabila catering ini mampu mempertahankan cita rasa dan meningkakan kualitas makanan dan pelayanan kepada pelanggan maka peluang untuk terus mengembangkan
usaha semakin terbuka lebar.
|
...................................................................................
...................................................................................
...................................................................................
...................................................................................
...................................................................................
..................................................................................
...........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
...................................................................................
|
i
ii
1
1
1
2
2
2
4
5
6
6
6
7
8
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar